Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Air Terjun Gitgit, the Secret Waterfall

Air terjun tertinggi di Bali, yang tingginya mencapai 35m ini sering juga disebut “secret waterfall”. Alasannya, tempatnya cukup terpencil, meskipun tidak sulit dicari.

Air terjun Gitgit ini terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, 11 km sebelum Singaraja, lewat jalan Raya ke Singaraja. Seperti air terjun pada umumnya, untuk mencapai air terjun Gitgit pun kita harus berjalan kaki melalui jalan yang berkelok, naik dan turun, namun jalannya berbatu dan termasuk bagus karena dikelola dengan baik. Warga setempat pun menjadi guide lokal yang siap mengantar para pengunjung. Seperti jalan di sekitar air terjun pada umumnya, jalan menuju air terjun Gitgit juga agak licin, jadi berhati-hatilah saat berjalan.

Ini foto-foto Air Terjun yang indah menawan







Di sekitar air terjun Gitgit, terdapat perkebunan, maka tidak heran jika di jalan menuju air terjun terdapat penjual rempah khas pegunungan seperti vanilla dan kopi, ada juga kain batik bali. Sempatkanlah untuk menengok ke toko oleh-oleh karena barang yang dijual berbeda dari tempat lain.

Udara di sekitar air terjun sejuk, dan terkadang turun kabut. Pemandangan di air terjun Gitgit sangat menyejukkan mata, disarankan untuk menghabiskan waktu sekitar setangah hari sampai sehari di objek wisata ini, karena ada beberapa air terjun, yang bisa didatangi, tidak hanya untuk dilihat dan berfoto, Anda juga bisa mandi dan berenang di bawah air terjun. Meski udara terasa sangat dingin, tak ada salah menceburkan diri dan mandi di bawah air terjun yang biru. Rasanya? Luar biasa! Objek wisata ini sudah tertata rapi walaupun masih sedikit sekali pengunjungnya, mungkin karena letaknya yang agak jauh dari kota Denpasar

Mandi Di Air Sanih



Air Sanih atau lebih dikenal dengan Yeh Sanih adalah tempat wisata tirta yang terletak sekitar 17 km sebelah timur Kota Singaraja, Bali. Tepatnya di Dusun Sanih, Desa Kubutambahan, Bulelng.


Tempat ini merupakan tempat permandian dengan sumber air alami yang menurut kepercayaan masyarakat setempat, sumber air ini mempunyai asal-usul dari Danau Batur
yang letaknya puluhan kilometer dari pemandian ini. Air dari sumber ini sering digunakan dalam upacara agama Hindu. Di tempat ini juga dapat ditemui pura yang ditunjukkan kepada dewa Wisnu.

Air Sanih terkenal dengan sumber mata air yang muncul tanpa henti di pojok tenggara kolam renang ini. Mata air ini merupakan aliran sungai dalam tanah yang berasal dari Danau Batur. Ada dua kolam ditempat ini, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak. Beberapa meter di sebelah utaranya dikelilingi oleh laut yang relatif aman untuk berenang dan aktifitas olah raga air lainnya atau hanya sekedar berbaring bermalas-malasan di atas pasir pantai yang hitam.
Jika anda ingin menikmati obyek wisata di Buleleng, anda bisa menginap di sekitar Air Sanih, karena disekitar obyek ini banyak tersedia hotel/penginapan kecil dan restoran yang enak.

Jalan - Jalan Ke Kota Singaraja

Patung Singa Ambara Raja


Setelah melewati danau Buyan dan Danau Tamblingan, trus menikmati alam Gitgit waterfall, perjalanan kita lanjutkan menuju obyek wisata Bali utara. Saya ajak anda jalan-jalan di seputaran Kota Singaraja, pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng. Sebelum memasuki kota, anda akan disambut oleh patung lambang Buleleng yaitu patung Singa Ambara Raja. Patung ini menjadi landmark Buleleng dan terletak di depan kantor bupati.
Apa yang bisa dinikmati wisata kota Singaraja? Tidak terlalu banyak memang tetapi Singaraja menawarkan sesuatu yang berbeda dari wisata kota Denpasar. Singaraja terletak di pinggir laut, sehingga udara disini agak sedikit panas. Singaraja adalah kota tua yang memiliki ciri khas tersendiri, tahun ini Singaraja genap berumur 407 tahun. Seni ukiran Buleleng memiki rasa yang berbeda, semua tergambar pada ukiran bangunan pura, rumah dan gedung pemerintahan.
Kota Singaraja dulunya adalah pusat pemerintahan Ibu Kota Nusa Tenggara, itu sebelum dipindahkan ke Denpasar pada tahun 1958.  Singaraja berkembang
menjadi bandar pelabuhan perdagangan pada jaman penjajahan Belanda. Para pedagang Cina, Arab, India dan Bugis berkumpul disini. Maka tidak heran, di Singaraja banyak ditemukan perkampungan Cina dan Bugis.  Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restaurant terapung.
Pelabuhan Buleleng
Selain itu, Singaraja juga menjadi kota pendidikan. Disini terdapat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).  Sedangkan wisata sejarah, anda bida mengunjungi Gedong Kirtya, yaitu museum dan Perpustakaan Lontar Bali.  Terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kirtyaadalah perpustakaan lontar hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Terdapat koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.
Di dekat Gedong Kirtya, anda bisa mengunjungi Museum Buleleng, yang memiliki koleksi-koleksi yang meliputi benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.
Koleksi Lontar Gedong Kirtya

Di Barat Kota Singaraja, ada bisa mengunjungi Pasar Singaraja, sebuah pasar tradisinonal terbesar disini, beraneka macam oleh-oleh, makanan dan cinderamata khas Buleleng bisa anda temukan disini. Kurang lebih 1 Km selatan kota, kita bisa mengunjungi Desa Beratan. Desa ini dikenal sebagai pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajangkan dan bila berniat wisatawan boleh membeli.
Itulah beberapa obyek wisata yang bisa anda nikmati jika mengunjungi Kota Singaraja, Semoga bermanfaat.

Gitgit Waterfall – Air Terjun Tertinggi Di Bali


    Berjarak sekitar 30 menit dari Desa Asah (tempat melihat kedua danau), menuju arah kota Buleleng, kita akan menemukan desa Gitgit yang terkenal dengan obyek wisata air terjunnya. Di desa Gitgit terdapat banyak air terjun, tetapi yang terkenal hanya dua yaitu Twin Waterfall (Air terjun Campuhan) dan Gitgit Waterfall. Desa Gigit termasuk dalam kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dan berjarak sekitar 11 km dari Singaraja, ibu kota Buleleng.

     Lokasi kedua air terjun ini tidak terlalu jauh, dan yang paling terkenal tentunya Gitgit Waterfall, karena merupakan air terjun tertinggi di Bali sekitar 45 meter. Akses ke lokasi juga sudah bagus dengan jalan setapak yang disemen dan sepangjang jalan banyak terdapat toko souvenir serta pemandangan yang indah karena ada persawahan dan perkebunan penduduk.


     Air terjun Campuhan disebut air terjun kembar karena pertemuan dua air terjun yang tentunya menambah keindahan obyek wisata tersebut, dijamin ketika anda jalan-jalan ke obyek wisata ini anda akan tambah segar dan ingin mandi di sungai di bawah air terjun tersebut